Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Minggu, 02 Desember 2007

Demi Nilai, Mahasiswa Bobol Database Kampus


California State University (ist)


California - Mendapat nilai bagus adalah dambaan semua pelajar. Pun bagi dua mahasiswa ini, nilai bagus tampaknya adalah harga mati sehingga database kampus mereka, California State University pun dibobol. Sialnya, usaha mereka akhirnya ketahuan. Akibatnya, dua pria California tersebut terancam hukuman pidana 20 tahun penjara berikut denda US$ 250.000.

Menurut dakwaan Dewan Juri pengadilan pada tanggal 25 Oktober 2007, John Escalera dan Gustavo Razo didakwa menyalahgunakan pekerjaan Escalera di bidang bantuan Teknologi Informasi (TI) kampus untuk memuluskan usaha membobol database akademik.

Menurut dokumen dakwaan ini, Escelara menggunakan keahliannya menghack untuk membobol sistem demi mendapat username dan passwords yang digunakan untuk mengakses database universitas. Database ini memuat rekaman akademik para mahasiswa setempat.

Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Escalera secara ilegal memakai username dan password itu untuk mengakses berbagai macam catatan akademik. Parahnya, dia juga menggunakannya untuk menaikkan sebagian nilai akademiknya dalam perkuliahan.

Tidak hanya sampai di situ, Escalera juga memperbaiki catatan nilai akademik temannya, Razo. Escalera dengan senang hati melakukannya karena Razo rela membayarnya untuk perbuatan ini. Kejadian tersebut berlangsung antara bulan Januari sampai Juni tahun 2004.

Kecurangan ini baru diketahui setelah pihak staff TI universitas mengaudit sistem untuk menyelidiki keakuratan datanya. Demikian seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Senin (5/11/2007).

Pakar Keamanan Nakal Hadapi 60 Tahun Penjara

Los Angeles - John Kenneth Schiefer (26), hacker yang juga pakar keamanan asal Los Angeles, Amerika Serikat (AS) harus menerima tuntutan hukum yang datang padanya.

Akibat menginfeksikan ratusan ribu komputer dan mencuri data-data perbankan korbannya, Schiefer kini dihadapi dengan tuntutan penjara 60 tahun dan denda sebesar US$ 1,75 juta. Demikian menurut Kantor Pengacara Los Angeles, AS, seperti dikutip detikINET dari Cnet, Rabu (14/11/2007)

Schiefer yang sering menggunakan nickname "Acid" dan "Acidstorm" ini mengaku telah menanamkan 'bot', sebuah program jahat yang bisa dikontrol oleh dirinya ke dalam 250.000 komputer.

Schiefer juga mengakui, 150.000 komputer diantaranya adalah komputer perusahaan periklanan Belanda, Simpel Internet, yang menyewa dirinya sebagai konsultan perusahaan tersebut dengan upah sebesar US$ 19.000.

Bot yang ditanamkan pun cukup pintar. Saat ditanamkan di komputer korban, program itu langsung mencari data-data dari PayPal atau situs transaksional sejenis yang sudah dienkripsi oleh Microsoft Windows.

Schiefer yang tercatat sebagai pegawai di perusahaan keamanan Los Angeles, AS, 3G Communications itu memang dikenal sebagai seorang "botmaster" di kalangan hacker underground.

Kini sang 'master'pun tinggal menunggu dakwaan yang akan dibacakan terhadapnya, 3 Desember 2007 mendatang

Hacker Lumpuhkan Situs Pakar Komputer


Situs F3 yang Dipermak (TheRegister)


London - Para hacker sering mencoba membobol situs-situs penting untuk membuktikan keahliannya. Kali ini, seorang hacker sukses melumpuhkan situs milik para ahli komputer profesional di Inggris.

Situs F3.org milik First Forensic Forum yang adalah asosiasi pakar komputer profesional Inggris kena hack. Momentum peristiwa ini secara kebetulan atau memang benar-benar direncanakan terjadi setelah berlangsungnya rapat dua hari organisasi ini.

Pelaku penyerangan memposting pesan untuk mengejek organisasi tersebut. " Situs F3 dibajak. Apa yang sedang terjadi di dunia ini? Tiadakah keamanan atau bagaimana?," demikian tulis hacker yang menamakan dirinya S4udi-S3curity-T3rror tersebut.

Seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Jumat (9/11/2007), seluruh halaman muka situs dipermak oleh sang dedemit dunia maya ini. Selain pesan hinaan tersebut, juga terdapat sosok kehitaman di depan sebuah pintu di samping kata hacked.

Serangan hacker ini terasa ironis karena organisasi First Forensic Forum yang didirikan sejak berpuluh tahun lampau ini adalah lembaga nirlaba yang mengurusi kriminalitas melalui sarana komputer. Dalam pernyataannya, misi F3 adalah untuk menyediakan forum terbuka bagi praktisi komputer untuk berbagi ilmu melalui diskusi ataupun pelatihan.

Situs mereka yang di hack ini dibuat tahun 2005. Halaman web yang lain selain halaman muka yang telah dipermak bisa diakses secara normal. Belum dijelaskan apa motif hacker yang satu ini. Namun dengan keahliannya, ia ternyata mampu 'menaklukkan' situs para ahli komputer.

Bobol 3 Kampus, Hacker Remaja Didenda Ratusan Juta


ilustrasi (ist.)


Upssala, Swedia - Seorang remaja Swedia berusia 19 tahun dijatuhi hukuman karena membobol server dan sistem komputer di tiga kampus Swedia sekaligus. Tak hanya itu, ia juga diduga mengobrak-abrik sistem komputer perusahaan teknologi terkemuka, Cisco System yang bermarkas di Amerika Serikat (AS).

Oleh pengadilan Swedia, remaja inipun dijatuhi denda US$ 32.000 atau sekitar tiga ratus juta rupiah (US$ 1 = Rp 9.380, sumber: detikcom) gara-gara perbuatannya membobol kampus. Sementara untuk kasus Cisco, lembaga investigasi AS FBI telah membuat permintaan formal untuk menginterogasi remaja tersebut.

Sang remaja sendiri menyatakan dia sama sekali tak bersalah. Dia mengaku hanya menciptakan tool untuk membobol sistem, namun belum pernah mencobanya. Ia menduga orang lain-lah yang melakukannya dengan memanfaatkan tool tersebut.

"Mereka menghancurkan hidupku sebelum aku tumbuh besar," keluhnya seperti dikutip detikINET dari ComputerWorld, Jumat (23/11/2007). Seluruh peristiwa pembobolan ini terjadi pada tahun 2004 saat sang hacker tersebut baru berusia 16 tahun. Keputusan hukuman akhirnya dijatuhkan pada November 2007 ini.

PS3 Senjata Ampuh Hacker Bobol Password


PlayStation 3 (Gamespy)


Jakarta - Konsol game Playstation 3 (PS3) rupanya punya prosesor tangguh untuk meng-crack password sehingga bisa membantu hacker melancarkan aksinya. Hal ini dikatakan peneliti keamanan internet untuk Security-Assessment.com, Nick Breese.

Nick Breese mengaku telah mengujicoba konsol ini untuk meng-crack password. Caranya adalah dengan mencoba seluruh kombinasi yang mungkin sampai suatu ketika ditemukan kombinasi yang cocok sebagai password.

Hasilnya dengan PS3, kecepatan menemukan password mencapai 100 kali lipat dibandingkan komputer biasa. Memang, komputer spesifikasi tinggi juga bisa mencapai kecepatan ini. Namun dengan PS3, biayanya jauh lebih murah di samping konsol ini juga mudah didapat.

"Delapan karakter password bisa ditemukan hanya dalam waktu beberapa hari dengan PS3.
Sebelumnya dibutuhkan semingguan," ungkap Nick seperti dikutip detikINET dari SidneyMorningHerald, Rabu (28/11/2007).

Tentu tak semua password bisa dibobol, misalnya saja yang punya standar keamanan tinggi. Namun Nick menandaskan bahwa dengan penemuannya ini, keamanan password seharusnya ditingkatkan untuk mencegah kebobolan.

Protes 'Maling' di Situs Malaysia


Screenshot Heritage.gov.my


Jakarta - Situs Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia yang beralamat di www.heritage.gov.my jadi bulan-bulanan dedemit maya. Saat detikINET mengunjungi halaman situs tersebut, Kamis (29/11/2007), hanya halaman bernuansa putih yang muncul.

Tak banyak pesan yang ditinggalkan hacker, hanya terdapat tiga baris tulisan berisi tiga tuntutan untuk Malaysia:

1. Hentikan pencurian kesenian dan kebudayaan dari Indonesia
2. Adili pelaku kekerasan terhadap WNI yang berada di Malaysia
3. Bubarkan Pasukan Rela


Saat dibuka, tak bisa lagi dilihat isi situs yang sejatinya berisi informasi tentang kebudayaan dan kesenian Negeri Jiran tersebut. Tampaknya, aksi deface ini merupakan ungkapan kemarahan anak bangsa terhadap Malaysia.

Bisa jadi, aksi hack ini merupakan lanjutan kekecewaan para dedemit maya Indonesia kepada 'ulah' Malaysia yang dianggap telah mencuri kesenian dan kebudayaan Indonesia -- rasa sayange -- yang dijadikan jingle kampanye pariwisata Malaysia. Atau juga kekerasan yang kerap dilakukan Malaysia terhadap warga negara Indonesia yang berada disana. Hacker juga menuntut agar pasukan Rela dibubarkan.